Setelah Ujian Penyihir Kelas Satu, ketiganya—penyihir elf Frieren, prajurit Stark, dan penyihir kelas satu Fern—berhasil memasuki Dataran Tinggi Utara yang berbahaya. Saat rombongan terus bergerak menuju Aureole, musuh-musuh tangguh memaksa Stark untuk menghadapi rasa tidak amannya, yang pada akhirnya memperkuat tekadnya serta perannya sebagai garda depan rombongan. Sementara itu, Fern terus menghargai anugerah yang telah diberikannya sepanjang hidupnya, masing-masing menjadi pengingat akan orang-orang yang ia sayangi.
Frieren—yang masih menghormati sumpahnya untuk memahami kemanusiaan—mengingat kembali kenangan perjalanannya bersama rombongan Pahlawan dan pertemuannya yang singkat dengan seorang tokoh legendaris. Saat ia merenungkan berlalunya waktu, penyihir elf itu diam-diam mempertanyakan apakah ia benar-benar telah berubah, namun dalam pilihan-pilihan kecil dan hampir tak terlihat yang ia buat, ada tanda-tanda bahwa ia mungkin telah menjadi lebih manusiawi daripada yang ia sadari.
